Home » Berita Nasional » Contoh Jurnal MOOC PPPK 2026 yang Benar, Ini Format Resminya

Contoh Jurnal MOOC PPPK 2026 yang Benar, Ini Format Resminya

Relic – Menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) adalah pencapaian besar yang patut disyukuri. Namun, setelah euforia kelulusan mereda, tugas berat menanti di depan mata.

Pelatihan Dasar (Latsar) atau orientasi yang kini menggunakan sistem Massive Open Online Course (MOOC) dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Salah satu syarat mutlak untuk lulus dari tahap ini adalah menyusun resume atau jurnal MOOC.

Banyak peserta merasa tertekan bukan karena materi yang sulit, melainkan karena kebingungan menyusun format yang tepat. Bagaimana cara merangkum materi yang begitu padat menjadi tulisan ringkas namun berbobot?

Di sini, kita akan membedah tuntas contoh jurnal MOOC PPPK 2026, mulai dari struktur, poin penting per agenda, hingga trik agar resume tersebut dinilai layak dan memuaskan oleh evaluator.

Apa Sebenarnya Jurnal MOOC PPPK Itu?

Secara sederhana, jurnal atau resume MOOC PPPK adalah ringkasan pemahaman peserta terhadap materi pembelajaran mandiri yang telah disediakan di platform Swajar LAN. Ini bukan sekadar menyalin teks dari modul PDF ke dalam dokumen Word.

Lebih dari itu, jurnal ini merupakan bukti otentik bahwa peserta telah membaca, memahami, dan mampu menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN. Dokumen ini biasanya menjadi tiket masuk.

Untuk bisa mengakses tahapan pembelajaran selanjutnya, yaitu evaluasi akademik. Tanpa mengunggah jurnal yang valid, sistem seringkali tidak akan membuka kunci ke tahap ujian.

Formatnya pun spesifik. Peserta diminta merangkum tiga agenda utama: Wawasan Kebangsaan, Nilai-Nilai Dasar ASN (BerAKHLAK), dan Kedudukan serta Peran ASN.

Semuanya harus ditulis tangan (pada beberapa instansi) atau diketik rapi (tergantung kebijakan terbaru 2026), lalu diunggah kembali ke sistem.

Mengapa Resume Ini Sangat Krusial?

Mungkin terlintas di benak peserta, “Kenapa harus repot-repot merangkum jika materi sudah ada di modul?” Jawabannya berkaitan erat dengan kompetensi.

Pertama, penguatan memori jangka panjang. Proses membaca lalu menulis kembali dengan bahasa sendiri terbukti meningkatkan retensi ingatan. Sebagai calon pelayan publik, materi seperti etika birokrasi dan nasionalisme harus menempel di kepala, bukan hanya lewat begitu saja.

Kedua, penilaian sikap perilaku. Ketelitian dalam menyusun resume mencerminkan karakter ASN yang akuntabel dan kompeten. Jika menyusun ringkasan saja asal-asalan, bagaimana nanti saat harus menyusun laporan kinerja tahunan?

Ketiga, syarat administratif mutlak. Dalam sistem MOOC, algoritma atau evaluator akan memeriksa kelengkapan dokumen. Jurnal yang baik memastikan perjalanan menuju status ASN defintif berjalan mulus tanpa hambatan teknis.

Struktur dan Sistematika Penulisan

Agar resume terlihat profesional dan mudah dibaca, struktur penulisannya tidak boleh sembarangan. Idealnya, jurnal MOOC PPPK 2026 dibagi berdasarkan agenda pembelajaran.

Sistematika yang disarankan meliputi:

  1. Judul Agenda (Misal: Agenda I – Sikap Perilaku Bela Negara).
  2. Sub-Materi (Misal: Wawasan Kebangsaan, Analisis Isu Kontemporer).
  3. Poin-Poin Kunci (Definisi, Konsep Dasar, Implementasi).
  4. Kesimpulan Kecil (Opsional tapi bernilai tambah).

Hindari membuat paragraf yang terlalu panjang alias “wall of text”. Gunakan bullet points untuk memecah informasi agar mata evaluator nyaman saat memeriksanya.

Baca Juga  Contoh Surat Lamaran Kemenkumham PPPK 2026, Format Resmi dan Terbaru

Contoh Jurnal MOOC PPPK 2026: Agenda I

Agenda pertama berfokus pada Sikap Perilaku Bela Negara. Di sini, peserta diharapkan memahami sejarah bangsa, konsensus dasar, serta peka terhadap isu-isu strategis yang mengancam kedaulatan negara.

Materi: Wawasan Kebangsaan & Nilai Bela Negara

Dalam materi ini, fokus utamanya adalah menanamkan rasa cinta tanah air. Resume harus mencerminkan pemahaman tentang empat konsensus dasar: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Contoh Ringkasan:

Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia dalam rangka mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilandasi oleh jati diri bangsa. Terdapat empat konsensus dasar yang wajib dipegang teguh oleh setiap ASN, yaitu Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu.

Nilai dasar bela negara meliputi: cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila, rela berkorban, serta kemampuan awal bela negara. Implementasinya bagi ASN bisa sesederhana datang tepat waktu (disiplin) atau menggunakan produk dalam negeri.

Materi: Analisis Isu Kontemporer

Bagian ini menuntut peserta untuk berpikir kritis. Isu seperti korupsi, narkoba, terorisme, hingga cyber crime harus dipahami sebagai ancaman nyata.

Contoh Ringkasan:

Perubahan lingkungan strategis menuntut ASN untuk waspada terhadap isu-isu kontemporer yang dapat merusak tatanan negara. Korupsi, narkoba, radikalisme, dan berita bohong (hoax) adalah musuh utama birokrasi modern.

Teknik analisis isu seperti AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Problematik, Kelayakan) dan USG (Urgency, Seriousness, Growth) diperlukan untuk memilah masalah prioritas. Dengan memahami teknik ini, ASN diharapkan mampu memberikan solusi solutif atas masalah yang terjadi di instansi masing-masing.

Contoh Jurnal MOOC PPPK 2026: Agenda II

Agenda kedua adalah “daging” dari pelatihan ini, yaitu Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK. Ini adalah pondasi moral yang harus dimiliki setiap abdi negara. BerAKHLAK merupakan akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Berorientasi Pelayanan & Akuntabel

Fokus pada kepuasan masyarakat dan tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan.

Contoh Ringkasan:

Berorientasi Pelayanan menuntut ASN untuk memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Kata kuncinya adalah responsivitas dan kualitas. Kami harus ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan.

Akuntabel berarti bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Indikatornya meliputi pelaksanaan tugas dengan jujur, cermat, disiplin, serta tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan. Penggunaan fasilitas negara harus dilakukan secara efektif dan efisien.

Kompeten, Harmonis & Loyal

Tiga nilai ini berkaitan dengan pengembangan diri, hubungan sosial, dan kesetiaan.

Contoh Ringkasan:

Kompeten mewajibkan ASN untuk terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. Tantangan dunia kerja yang dinamis mengharuskan kami untuk meningkatkan kompetensi diri.

Harmonis menekankan pentingnya saling peduli dan menghargai perbedaan. Lingkungan kerja yang kondusif akan mendorong produktivitas. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pelayanan.

Loyal berfokus pada dedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. ASN harus memegang teguh ideologi Pancasila dan menjaga nama baik instansi.

Adaptif & Kolaboratif

Nilai modern yang sangat relevan di era digital 2026.

Baca Juga  Perbedaan Gaji PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu 2026, Jangan Sampai Salah Paham!

Contoh Ringkasan:

Adaptif adalah kemampuan untuk terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan. ASN tidak boleh kaku; harus proaktif menghadapi perkembangan teknologi.

Kolaboratif berarti membangun kerjasama yang sinergis. Kami harus memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi dan terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah.

Contoh Jurnal MOOC PPPK 2026: Agenda III

Agenda terakhir membahas Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI, yang mencakup Manajemen ASN dan Smart ASN. Ini adalah peta jalan bagaimana seorang ASN bekerja dalam sistem birokrasi.

Materi: Manajemen ASN

Membahas hak, kewajiban, kode etik, dan sistem merit.

Contoh Ringkasan:

Manajemen ASN bertujuan untuk menghasilkan pegawai yang profesional, memiliki nilai dasar, dan bebas dari intervensi politik. Pengelolaan ASN dilakukan berdasarkan Sistem Merit, yaitu kebijakan yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar.

Sebagai PPPK, pemahaman mengenai hak dan kewajiban sangat vital agar kami dapat bekerja sesuai koridor hukum yang berlaku.

Materi: Smart ASN

Literasi digital menjadi kunci di sini.

Contoh Ringkasan:

Smart ASN menekankan pada kemampuan literasi digital yang mumpuni. Tidak hanya mampu mengoperasikan alat, tetapi juga mampu bermedia sosial dengan bijak. Empat pilar literasi digital—digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety—harus menjadi pegangan agar ASN tidak terjerumus dalam pelanggaran UU ITE.

Manfaat Jangka Panjang Pembuatan Jurnal

Kegiatan ini bukan sekadar formalitas. Ada value besar yang tertanam saat proses pengerjaannya dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Bagi individu, jurnal ini menjadi “buku saku” pribadi. Saat nanti menghadapi ujian aktualisasi atau seminar akhir, peserta tinggal membuka kembali ringkasan ini untuk menyegarkan ingatan tentang teori dasar yang relevan dengan rancangan aktualisasi mereka.

Bagi instansi, ASN yang memahami materi MOOC dengan baik (tercermin dari jurnalnya) cenderung memiliki kinerja yang lebih stabil. Mereka paham batasan wewenang, tahu cara bersikap profesional, dan mengerti visi besar organisasi. Ini mengurangi risiko pelanggaran disiplin di kemudian hari.

Tantangan dan Risiko dalam Pengerjaan

Kendala utama yang sering dikeluhkan peserta adalah manajemen waktu. Modul MOOC berjumlah puluhan dengan ratusan halaman, sementara peserta seringkali masih harus menjalankan tugas harian di kantor atau sekolah. Risiko burnout atau kelelahan mata sangat tinggi.

Selain itu, godaan untuk melakukan plagiarisme atau copy-paste dari internet sangat besar. Ingat, sistem LAN semakin canggih. Jika jurnal terdeteksi memiliki kesamaan 100% dengan milik orang lain, risiko diskualifikasi atau perintah pengulangan materi bisa terjadi. Ini tentu akan membuang waktu dan tenaga.

Tantangan teknis seperti server down atau kegagalan unggah file juga kerap terjadi, terutama di hari-hari terakhir batas pengumpulan.

Tips Menyusun Jurnal yang Efektif

Agar proses ini tidak menjadi beban, strategi cerdas sangat diperlukan:

  1. Metode Skimming: Jangan baca kata per kata. Baca judul, sub-judul, dan kalimat pertama setiap paragraf untuk menangkap ide pokoknya.
  2. Catat Kata Kunci: Saat membaca modul, langsung catat kata-kata penting (seperti definisi, prinsip, nilai dasar) di kertas terpisah.
  3. Parafrase: Gunakan bahasa sendiri. Jika modul menulis “Akuntabilitas adalah…”, ubah menjadi “Secara ringkas, akuntabilitas dapat dimaknai sebagai…”. Ini menghindari plagiasi dan menunjukkan pemahaman.
  4. Cicil Pengerjaan: Jangan kebut semalam (SKS). Alokasikan waktu 1 jam per hari untuk merangkum satu modul.
  5. Perhatikan Kerapian: Gunakan font standar (Arial/Times New Roman) ukuran 11 atau 12, dengan spasi 1.5 agar nyaman dibaca oleh evaluator.
Baca Juga  Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK, Peserta Wajib Cek Statusnya

Fakta Menarik Seputar MOOC PPPK

Tahukah bahwa materi MOOC ini disusun oleh para pakar administrasi negara terbaik di Indonesia? Kurikulumnya terus diperbarui mengikuti dinamika global. Di tahun 2026 ini.

Porsi materi tentang digitalisasi birokrasi diperbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mengingat target pemerintah untuk mewujudkan World Class Bureaucracy.

Fakta lainnya, banyak peserta yang mendapatkan nilai evaluasi akademik tinggi justru adalah mereka yang jurnal MOOC-nya ditulis dengan rapi dan terstruktur. Ada korelasi positif antara ketekunan menyusun resume dengan pemahaman materi saat ujian pilihan ganda.

Kesimpulan

Menyusun Contoh Jurnal MOOC PPPK 2026 bukanlah tugas yang harus ditakuti, melainkan kesempatan untuk memperdalam fondasi sebagai seorang ASN.

Kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan mengambil intisari dari Agenda 1, 2, dan 3, lalu menuangkannya kembali dengan bahasa yang mengalir dan mudah dipahami.

Jurnal yang baik adalah cerminan dari pola pikir yang terstruktur. Dengan mengikuti format dan contoh narasi di atas, proses penyusunan resume akan terasa lebih ringan.

Ingatlah bahwa setiap kalimat yang ditulis adalah langkah kecil menuju karir yang gemilang sebagai abdi negara yang profesional dan berintegritas. Selamat menyusun jurnal, dan semoga sukses melewati seluruh tahapan Latsar!

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Berapa halaman minimal untuk jurnal MOOC PPPK?

Tidak ada aturan baku yang saklek, namun idealnya resume berkisar antara 10 hingga 15 halaman untuk mencakup ketiga agenda dengan kedalaman yang cukup. Terlalu pendek akan dianggap kurang niat, terlalu panjang akan membosankan.

2. Apakah boleh menyalin sama persis dari modul PDF?

Sangat tidak disarankan. Selain berpotensi dianggap plagiat, menyalin mentah-mentah menunjukkan bahwa peserta tidak melakukan proses sintesa atau pemahaman materi. Gunakan teknik parafrase.

3. Apakah jurnal MOOC harus ditulis tangan?

Kebijakan ini bergantung pada masing-masing instansi atau BPSDM daerah. Namun, tren tahun 2026 mayoritas sudah beralih ke format digital (ketik komputer) untuk memudahkan pengarsipan, kecuali ada instruksi khusus dari panitia.

4. Apa yang terjadi jika saya telat mengunggah jurnal?

Sistem MOOC biasanya otomatis terkunci. Keterlambatan bisa menyebabkan peserta tidak bisa mengakses fitur Evaluasi Akademik, yang fatalnya bisa menggugurkan kelulusan pelatihan dasar.

5. Apakah format jurnal untuk CPNS dan PPPK sama?

Secara garis besar materinya sama karena menggunakan kurikulum BerAKHLAK yang seragam. Namun, kedalaman materi Manajemen ASN mungkin sedikit berbeda karena perbedaan status kepegawaian, tapi struktur jurnalnya relatif identik.

Leave a Comment