Home » Bansos » Apa itu Bansos? Ini Jenis, dan Cara Mendapatkannya

Apa itu Bansos? Ini Jenis, dan Cara Mendapatkannya

RELIC – Dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, istilah ” Apa itu Bansos” telah menjadi kata yang sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Terutama di tengah fluktuasi ekonomi, kenaikan harga bahan pokok, atau situasi pasca-krisis, bantuan ini menjadi jaring pengaman sosial yang vital.

Namun, seringkali masih banyak kebingungan di masyarakat mengenai apa itu bansos sebenarnya. Apakah hanya berupa uang tunai? Siapa yang berhak menerimanya? Dan bagaimana alur pendataannya agar tepat sasaran?

Apa Itu Bansos Sebenarnya?

Secara definisi, Bansos adalah singkatan dari Bantuan Sosial, yaitu pemberian bantuan yang sifatnya tidak terus-menerus dan selektif, baik berupa uang, barang, atau jasa yang diberikan oleh pemerintah (pusat maupun daerah) kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat.

Tujuan utama dari bansos bukan hanya sekadar “bagi-bagi uang”, melainkan memiliki landasan hukum dan target yang jelas. Berdasarkan peraturan Kementerian Sosial dan undang-undang yang berlaku, bansos bertujuan untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan terjadinya risiko sosial, serta meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang rentan.

Jadi, ketika kita bertanya bansos itu berupa apa, jawabannya sangat beragam tergantung pada program yang sedang dijalankan oleh pemerintah pada tahun anggaran tersebut. Bansos bisa berupa uang tunai yang ditransfer ke rekening, bantuan pangan berupa beras atau telur, hingga subsidi jaminan kesehatan atau pendidikan.

Fungsi Strategis Bansos bagi Ekonomi

Selain membantu penerima secara langsung, bansos juga memiliki fungsi makro ekonomi, yaitu:

  1. Menjaga Daya Beli: Memastikan masyarakat miskin tetap bisa membeli kebutuhan pokok.
  2. Penanggulangan Kemiskinan: Mengurangi beban pengeluaran keluarga tidak mampu.
  3. Stimulus Ekonomi: Perputaran uang dari bansos di tingkat desa/kelurahan membantu pergerakan ekonomi mikro.

Jenis-Jenis Bansos di Indonesia

Pemerintah Indonesia memiliki berbagai klaster bantuan sosial. Penting bagi masyarakat untuk memahami perbedaan jenis-jenis ini agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai nominal dan jadwal pencairan. Berikut adalah jenis bansos utama yang dikelola pemerintah:

1. Program Keluarga Harapan (PKH)

PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat. PKH sering disebut sebagai bansos unggulan karena menyasar berbagai komponen dalam satu keluarga.

  • Target: Ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah (SD-SMA), penyandang disabilitas berat, dan lanjut usia.
  • Bentuk Bantuan: Uang tunai yang disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam beberapa tahap per tahun.
Baca Juga  Apa Itu BLTS? Ini Penjelasan Lengkapnya dan Cara Cek

2. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) / Program Sembako

Meskipun namanya “Non-Tunai”, mekanisme penyalurannya kini sering disesuaikan. Awalnya, bantuan ini diberikan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang hanya bisa dibelanjakan di E-Warong untuk membeli bahan pangan (beras, telur, protein).

  • Tujuan: Mengurangi beban pengeluaran pangan dan memberikan nutrisi yang lebih seimbang.
  • Nominal: Umumnya bernilai setara Rp200.000 per bulan.

3. Program Indonesia Pintar (PIP)

Ini adalah bansos khusus sektor pendidikan. PIP dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin agar tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah.

  • Penyalur: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Kementerian Agama.

4. Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)

Banyak orang tidak menyadari bahwa kartu BPJS Kesehatan “gratis” yang mereka miliki adalah bentuk bansos. PBI-JK adalah bantuan di mana iuran jaminan kesehatan dibayarkan oleh pemerintah bagi fakir miskin dan orang tidak mampu.

  • Bentuk: Layanan kesehatan gratis, bukan uang tunai.

5. Bantuan Langsung Tunai (BLT)

BLT biasanya bersifat insidentil atau responsif terhadap kondisi tertentu, misalnya BLT BBM (akibat kenaikan harga bahan bakar), BLT El Nino (dampak kekeringan), atau BLT Dana Desa (untuk kemiskinan ekstrem di desa).

Berapa Nilai Bansos yang Diterima?

Salah satu pertanyaan yang paling sering dicari adalah berapa nilai bansos yang akan diterima? Nominal ini sangat bervariasi tergantung jenis programnya. Berikut adalah estimasi nilai berdasarkan data penyaluran umum (angka dapat berubah sesuai kebijakan fiskal tahun berjalan):

Rincian Nominal PKH (Per Tahun):

  • Ibu Hamil/Nifas: Rp3.000.000
  • Anak Usia Dini (0-6 tahun): Rp3.000.000
  • Pendidikan SD/Sederajat: Rp900.000
  • Pendidikan SMP/Sederajat: Rp1.500.000
  • Pendidikan SMA/Sederajat: Rp2.000.000
  • Penyandang Disabilitas Berat: Rp2.400.000
  • Lanjut Usia: Rp2.400.000 (Catatan: Biasanya dicairkan bertahap, misalnya per 3 bulan).

Rincian Nominal Lainnya:

  • BPNT/Sembako: Rp200.000 per bulan (total Rp2.400.000 per tahun).
  • BLT Dana Desa: Biasanya berkisar Rp300.000 per bulan untuk periode tertentu.

Siapa Saja Penerima Bansos?

Tidak semua orang bisa mendapatkan bantuan ini. Siapa saja penerima bansos ditentukan melalui mekanisme penyaringan data yang ketat. Kunci utama untuk menjadi penerima bansos adalah terdaftar dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang dikelola oleh Kementerian Sosial.

Baca Juga  Apa Itu BSU? Ini Penjelasan Lengkap Bantuan Subsidi Upah

Kriteria Umum Penerima:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI): Memiliki e-KTP dan Kartu Keluarga yang valid dan padan dengan data Dukcapil.
  2. Golongan Miskin atau Rentan Miskin: Berada pada desil terbawah tingkat kesejahteraan sosial di daerahnya.
  3. Bukan ASN/TNI/Polri: Anggota keluarga dalam satu KK tidak boleh berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara, anggota TNI, atau Polri.
  4. Terdampak Kebijakan/Bencana: Untuk bansos khusus, kriteria bisa ditambah seperti terdampak PHK atau bencana alam.

Pentingnya DTKS

Jika nama Anda tidak ada di DTKS, hampir mustahil untuk mendapatkan bansos reguler seperti PKH atau BPNT. DTKS adalah basis data tunggal yang digunakan pemerintah untuk menyalurkan bantuan agar tepat sasaran.

Cara Cek dan Mendapatkan Bansos

Bagi Anda yang merasa memenuhi kriteria namun belum pernah mendapatkan bantuan, atau ingin memastikan status kepesertaan Anda, berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan.

1. Cara Cek Bansos Secara Online

Pemerintah telah menyediakan transparansi data melalui situs resmi.

  • Buka laman cekbansos.kemensos.go.id.
  • Masukkan Wilayah PM (Penerima Manfaat) mulai dari Provinsi, Kab/Kota, Kecamatan, hingga Desa.
  • Masukkan Nama PM sesuai KTP.
  • Ketikkan kode captcha yang muncul.
  • Klik “CARI DATA”. Sistem akan menunjukkan apakah nama Anda terdaftar sebagai penerima bansos aktif beserta periodenya.

2. Menggunakan Aplikasi “Cek Bansos”

Anda bisa mengunduh aplikasi resmi “Cek Bansos” di Play Store. Di aplikasi ini, Anda tidak hanya bisa mengecek status, tetapi juga bisa menggunakan fitur Usul dan Sanggah.

  • Fitur Usul: Mengusulkan diri sendiri atau tetangga yang layak namun belum dapat bantuan.
  • Fitur Sanggah: Melaporkan jika ada tetangga yang mampu (misalnya orang kaya) namun masih menerima bansos.

3. Cara Mendaftar Secara Offline (Manual)

Jika Anda kesulitan dengan teknologi, Anda bisa menempuh jalur birokrasi desa:

  • Datang ke Kantor Desa/Kelurahan setempat membawa KTP dan KK.
  • Melapor kepada petugas kesejahteraan sosial atau operator SIKS-NG di desa.
  • Desa akan melakukan Musyawarah Desa/Kelurahan (Musdes/Muskel) untuk memverifikasi apakah Anda layak dimasukkan ke dalam DTKS.
  • Jika disetujui, data akan dinaikkan ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota untuk pengesahan.
Baca Juga  Cara Daftar Bansos Kemensos 2026 Lewat HP, Mudah dan Gratis

Kesimpulan

Memahami apa itu bansos sangat penting agar kita tidak hanya menjadi objek pasif, melainkan masyarakat yang sadar akan hak dan kewajiban. Bansos merupakan instrumen negara untuk menjamin keadilan sosial bagi mereka yang membutuhkan.

Bantuan ini hadir dalam berbagai jenis, mulai dari uang tunai (PKH, BLT) hingga jaminan pangan (BPNT) dan kesehatan (PBI-JK).

Kunci utama untuk mengakses bantuan ini adalah validitas data kependudukan dan terdaftarnya nama dalam DTKS. Dengan adanya transparansi melalui aplikasi Cek Bansos, masyarakat kini memiliki peran aktif untuk mengawal penyaluran bantuan agar tepat sasaran—memastikan “Si Miskin” terbantu dan “Si Kaya” tidak mengambil hak orang lain.

Jika Anda atau kerabat Anda merasa memenuhi syarat namun belum menerima, segera lakukan pengecekan data dan ikuti prosedur pengusulan yang telah disediakan pemerintah.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Bansos

Q1: Bansos itu berupa apa saja? A: Bansos bisa berupa uang tunai (ditransfer ke rekening bank himbara atau via Pos), barang (beras/telur), atau subsidi jasa (gratis iuran BPJS Kesehatan atau beasiswa pendidikan anak).

Q2: Berapa nilai bansos PKH yang bisa saya terima? A: Nilainya bervariasi tergantung komponen keluarga. Maksimal satu keluarga bisa menerima bantuan untuk 4 komponen. Contohnya, jika ada ibu hamil dan satu anak SD, nilainya adalah penjumlahan dari hak kedua komponen tersebut sesuai aturan tahun berjalan.

Q3: Siapa saja penerima bansos yang dilarang? A: Mereka yang berstatus sebagai ASN (PNS/PPPK), TNI, Polri, pensiunan ASN/TNI/Polri, serta pendamping sosial dilarang menerima bansos. Selain itu, mereka yang sudah dianggap mampu secara ekonomi (memiliki gaji di atas UMP/UMK) juga tidak berhak.

Q4: Mengapa tetangga saya yang kaya dapat bansos, sedangkan saya tidak? A: Ini sering terjadi karena masalah pembaharuan data (data error inclusion). Anda bisa berpartisipasi memperbaikinya dengan menggunakan fitur “Sanggah” di Aplikasi Cek Bansos Kemensos, atau melaporkannya ke aparat desa agar dilakukan verifikasi ulang.

Q5: Apakah pendaftaran bansos dipungut biaya? A: Tidak. Seluruh proses pendataan DTKS dan penyaluran bansos GRATIS dan tidak ada potongan biaya apapun. Jika ada pemotongan oleh oknum, hal tersebut termasuk pungutan liar (pungli) dan dapat dilaporkan.

Leave a Comment