Home » Berita Nasional » Masih Bingung? Ini Cara Mengisi Pengelolaan Kinerja Guru 2026 di e-Kinerja PMM

Masih Bingung? Ini Cara Mengisi Pengelolaan Kinerja Guru 2026 di e-Kinerja PMM

Relic – Tahun 2026 membawa semangat baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Bagi tenaga pendidik, awal tahun bukan hanya soal menyambut semester genap, tetapi juga momen krusial untuk menyusun perencanaan profesional.

Platform Merdeka Mengajar (PMM) kembali menjadi pusat aktivitas administratif yang terintegrasi langsung dengan sistem Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sistem ini mungkin sudah tidak asing. Namun, setiap tahun selalu ada pembaruan fitur dan kebijakan yang perlu diperhatikan agar penilaian prestasi kerja berjalan mulus. Kesalahan kecil dalam perencanaan di awal tahun bisa berdampak pada predikat kinerja di akhir semester.

Oleh karena itu, memahami cara mengisi Pengelolaan Kinerja Guru 2026 di e-Kinerja PMM dengan tepat sangatlah vital. Bukan sekadar menggugurkan kewajiban.

Melainkan sebagai strategi pengembangan karier yang terarah. Mari bedah tuntas mekanismenya agar Bapak dan Ibu Guru bisa menjalaninya dengan tenang dan fokus pada murid.

Transformasi Pengelolaan Kinerja di Era Digital

Sebelum masuk ke teknis, mari pahami dulu apa sebenarnya sistem ini. Pengelolaan Kinerja Guru di PMM adalah alat bantu yang menyelaraskan tujuan individu guru dengan tujuan sekolah.

Dulu, pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) seringkali terasa terpisah dari aktivitas kelas. Guru sibuk mengurus berkas administrasi yang menumpuk di akhir tahun.

Kini, melalui PMM, proses tersebut menjadi lebih praktis dan bermakna. Sistem ini dirancang untuk merekam kinerja secara real-time dan berkelanjutan. Fokus utamanya bukan lagi pada seberapa tebal dokumen yang dikumpulkan, melainkan seberapa berdampak praktik pembelajaran di dalam kelas.

Pada tahun 2026, integrasi data semakin kuat. Rapor Pendidikan satuan pendidikan menjadi basis data utama. Artinya, perencanaan kinerja guru harus menjawab akar masalah yang muncul dalam Rapor Pendidikan sekolah masing-masing.

Ini adalah pergeseran mindset yang besar. Guru diajak untuk menjadi penyelesai masalah (problem solver) melalui peningkatan kompetensi diri.

Mengapa Topik Ini Sangat Penting di Tahun 2026?

Memahami alur pengisian kinerja bukan hanya soal kepatuhan administrasi. Ada urgensi yang lebih besar di baliknya.

Pertama, Nasib Karier dan Tunjangan. Predikat kinerja yang dihasilkan dari sistem ini akan dikonversi menjadi Angka Kredit. Bagi ASN (PNS dan PPPK), ini berpengaruh langsung pada kenaikan pangkat dan pencairan tunjangan profesi.

Kedua, Kualitas Pembelajaran. Dengan perencanaan yang berbasis data, guru tidak lagi asal memilih pelatihan. Pengembangan kompetensi menjadi lebih relevan dengan kebutuhan siswa di kelas.

Ketiga, Efisiensi Waktu. Memahami sistem sejak awal mencegah kerja dua kali. Banyak kasus di tahun-tahun sebelumnya dimana guru harus merombak ulang Rencana Hasil Kerja (RHK) karena tidak disetujui Kepala Sekolah atau tidak sesuai format.

Persiapan Sebelum Masuk ke Sistem

Jangan buru-buru menekan tombol “Mulai”. Ada beberapa hal yang perlu disiapkan agar proses pengisian berjalan lancar.

Pastikan akun belajar.id sudah aktif dan terhubung. Masalah akses seringkali menjadi hambatan pertama yang membuang waktu.

Lakukan diskusi awal dengan Kepala Sekolah atau tim kurikulum. Mengetahui fokus tujuan sekolah tahun ini akan sangat membantu dalam memilih indikator kinerja yang tepat.

Siapkan juga mental untuk berkolaborasi. Pengelolaan kinerja tahun 2026 sangat menekankan pada komunitas belajar.

Langkah Demi Langkah: Cara Mengisi Pengelolaan Kinerja Guru 2026 di e-Kinerja PMM

Proses ini sebenarnya dirancang intuitif. Namun, detail-detail kecil seringkali terlewat. Berikut adalah alur lengkap yang bisa diikuti.

1. Masuk dan Verifikasi Data Diri

Langkah pertama tentu login ke platform PMM menggunakan akun belajar.id. Klik menu “Pengelolaan Kinerja”.

Halaman pertama akan menampilkan data diri (Nama, NIP, Pangkat/Golongan, Unit Kerja). Cek dengan teliti. Jika ada kesalahan, segera hubungi operator sekolah (Dapodik) untuk perbaikan. Data yang salah di sini akan terbawa hingga ke SKP BKN.

Jika data sudah benar, klik “Data Sudah Sesuai”.

2. Perencanaan Kinerja: Praktik Pembelajaran

Di sini, sistem akan menyajikan 8 indikator kinerja yang turunan dari Rapor Pendidikan. Indikator ini biasanya meliputi:

  • Keteraturan Suasana Kelas
  • Penerapan Disiplin Positif
  • Umpan Balik Konstruktif
  • Perhatian dan Kepedulian
  • Ekspektasi pada Peserta Didik
  • Aktivitas Interaktif
  • Instruksi yang Adaptif
  • Instruksi Pembelajaran

Tips Penting: Jangan memilih sembarangan. Lihatlah menu “Rapor Pendidikan” yang tersedia di halaman tersebut. Sistem akan memberikan rekomendasi indikator yang masih “Merah” atau “Kuning” di sekolah Bapak/Ibu.

Pilihlah satu indikator yang paling ingin diperbaiki. Fokus pada satu aspek akan lebih baik daripada mencoba memperbaiki semua tapi tidak maksimal.

3. Pengembangan Kompetensi (Poin Krusial)

Ini adalah bagian yang sering membingungkan. Guru diminta mengumpulkan minimal 32 Poin per semester. Poin ini didapat dari Rencana Hasil Kerja (RHK) pengembangan diri.

Beberapa opsi RHK yang populer dan bobot poinnya (contoh estimasi berdasarkan tren 2024-2025):

  • Seminar/Webinar (4 Poin): Menjadi peserta berbagi praktik baik.
  • Pelatihan Mandiri PMM (8 Poin): Menyelesaikan topik hingga Aksi Nyata.
  • Perangkat Ajar (24 Poin): Membuat perangkat ajar yang terbit di PMM.
  • Penelaah Aksi Nyata (6 Poin): Menjadi penelaah bagi guru lain.
  • Komunitas Belajar (36 Poin): Menjadi penggerak komunitas belajar minimal 3 kegiatan.

Pilihlah kombinasi yang realistis. Jangan terjebak ambisi mengumpulkan ratusan poin. Ingat, 32 poin adalah batas minimal yang aman. Lebih baik memilih kegiatan yang pasti bisa dilaksanakan daripada menjanjikan hal besar tapi gagal terealisasi.

Misalnya:

  • 1 RHK Pelatihan Mandiri (8 Poin)
  • 3 RHK Peserta Webinar (3 x 4 = 12 Poin)
  • 1 RHK Peserta Berbagi Praktik Baik di Komunitas Sekolah (12 Poin) Total = 32 Poin.

Kombinasi ini sangat masuk akal untuk diselesaikan dalam 6 bulan.

4. Tugas Tambahan

Bagian ini bersifat opsional namun penting bagi yang memiliki jabatan tambahan. Masukkan tugas seperti Wali Kelas, Bendahara BOS, Kepala Perpustakaan, atau Pembina Ekstrakurikuler.

Setiap tugas tambahan harus disertai bukti dukung berupa Surat Keputusan (SK) atau Surat Tugas dari Kepala Sekolah. Pastikan SK tersebut sudah siap atau akan disiapkan di awal semester.

5. Perilaku Kerja

Langkah selanjutnya adalah memilih indikator perilaku kerja yang berakhlak (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).

Pilih 1-2 fokus perilaku untuk setiap aspek. Sesuaikan dengan kebiasaan sehari-hari yang ingin ditingkatkan. Jangan memilih kalimat yang terlalu abstrak. Pilihlah yang konkret dan bisa diamati.

6. Rangkuman dan Pengajuan

Sistem akan menampilkan rangkuman dari semua isian. Teliti kembali dari awal hingga akhir.

Cek target RHK, pastikan total poin minimal 32. Cek indikator observasi kelas. Jika sudah yakin, klik “Ajukan”.

Setelah diajukan, status akan berubah menjadi “Menunggu Persetujuan Atasan”.

Diskusi dengan Kepala Sekolah: Kunci Keberhasilan

Setelah mengajukan, tugas belum selesai. Proses Cara Mengisi Pengelolaan Kinerja Guru 2026 di e-Kinerja PMM yang efektif melibatkan komunikasi dua arah.

Kepala Sekolah akan memeriksa ajuan tersebut. Di tahap ini, Kepala Sekolah bisa menyetujui atau meminta revisi.

Sangat disarankan untuk duduk bersama Kepala Sekolah sebelum tombol “Setujui” ditekan. Diskusikan apakah target yang dibuat terlalu berat atau justru terlalu ringan. Penyelarasan ekspektasi di awal akan mencegah konflik penilaian di akhir semester.

Jika Kepala Sekolah melakukan penyesuaian, Guru harus menyetujui penyesuaian tersebut di akun PMM masing-masing agar status berubah menjadi “Disepakati”.

Tantangan dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meskipun sistem sudah semakin canggih, tantangan teknis dan non-teknis tetap ada.

Risiko Sistem Down: Biasanya terjadi di minggu-minggu terakhir batas pengisian (akhir Januari atau akhir Februari sesuai kebijakan). Server seringkali lambat karena akses serentak se-Indonesia.

Kesulitan Bukti Dukung: Banyak guru yang semangat memasukkan RHK tinggi, misalnya membuat Perangkat Ajar. Namun, saat pelaksanaannya, proses kurasi di PMM memakan waktu lama, sehingga sertifikat tidak terbit tepat waktu. Ini risiko besar.

Miskonsepsi Poin: Masih ada anggapan bahwa semakin banyak poin, nilai kinerja semakin bagus. Padahal, poin hanyalah ambang batas kelayakan. Kualitas kinerja dinilai dari observasi kelas, bukan dari tumpukan sertifikat webinar.

Tips Sukses Mengisi Pengelolaan Kinerja 2026

Berikut adalah rekomendasi strategi agar Bapak/Ibu Guru bisa melalui proses ini dengan nilai “Baik” atau “Sangat Baik”:

  1. Mulai Lebih Awal: Jangan menunggu instruksi dinas yang mendesak. Segera isi draft saat fitur dibuka.
  2. Prioritaskan Komunitas Belajar: RHK terkait komunitas belajar di sekolah (Kombel) biasanya paling mudah dilaksanakan dan memiliki dampak langsung yang nyata.
  3. Realistis dengan Waktu: Jika jadwal mengajar sudah padat (24 jam atau lebih), hindari mengambil peran sebagai narasumber tingkat nasional yang menyita waktu. Fokus pada perbaikan kelas.
  4. Arsipkan Bukti Segera: Setiap selesai mengikuti webinar atau kegiatan, simpan sertifikat di folder Google Drive khusus. Jangan menunggu akhir semester untuk mencarinya.
  5. Fokus pada Observasi: Ingat, jantung dari kinerja adalah observasi kelas. Persiapkan modul ajar dan skenario pembelajaran sebaik mungkin untuk hari observasi nanti.

Dampak Jangka Panjang bagi Pendidikan Indonesia

Sistem Pengelolaan Kinerja Guru ini perlahan mengubah budaya kerja di sekolah.

Guru didorong untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Tidak ada lagi istilah “zona nyaman” dimana guru mengajar dengan cara yang sama selama 20 tahun.

Data yang terkumpul di PMM memberikan peta kompetensi guru secara nasional. Pemerintah bisa melihat daerah mana yang butuh intervensi pelatihan literasi, numerasi, atau karakter.

Bagi masyarakat, ini adalah jaminan mutu. Orang tua bisa lebih percaya bahwa guru yang mengajar anak-anak mereka adalah profesional yang terus mengembangkan diri dan dinilai secara transparan.

Fakta Menarik Seputar e-Kinerja PMM

Tahukah Bapak/Ibu? Algoritma PMM semakin pintar dalam mendeteksi anomali. Sertifikat webinar abal-abal yang tidak memiliki validasi resmi kini semakin sulit digunakan.

Selain itu, tren menunjukkan bahwa guru yang aktif di Komunitas Belajar Sekolah cenderung memiliki predikat kinerja lebih baik dibandingkan yang hanya mengejar sertifikat webinar online sendirian. Kolaborasi ternyata menjadi kunci penilaian.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Berikut adalah pertanyaan umum terkait Cara Mengisi Pengelolaan Kinerja Guru 2026 di e-Kinerja PMM:

1. Apakah saya bisa mengubah RHK setelah disetujui Kepala Sekolah?

Secara sistem, RHK yang sudah disepakati (dikunci) sulit diubah di tengah jalan untuk semester berjalan. Namun, pada praktiknya, Kepala Sekolah bisa melakukan penyesuaian penilaian di akhir jika ada kendala force majeure, tapi prosedurnya cukup rumit. Sebaiknya rencanakan dengan matang di awal.

2. Apa yang terjadi jika poin pengembangan kompetensi kurang dari 32?

Jika poin kurang dari 32, predikat kinerja dalam aspek pengembangan kompetensi bisa dinilai “Kurang” atau “Di Bawah Ekspektasi”. Ini akan menurunkan nilai akhir kinerja dan berdampak pada angka kredit.

3. Bolehkah memilih indikator observasi yang sama dengan semester lalu?

Boleh, dan bahkan disarankan jika pada semester lalu indikator tersebut belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Konsistensi perbaikan lebih dihargai daripada berganti-ganti fokus tapi tidak tuntas.

4. Apakah sertifikat webinar dari luar PMM bisa digunakan?

Bisa, selama sertifikat tersebut relevan dengan RHK yang dipilih dan dikeluarkan oleh lembaga yang kredibel. Namun, sertifikat dari PMM (Aksi Nyata) memiliki proses verifikasi yang lebih otomatis dan terpercaya.

5. Bagaimana dengan Guru Honorer, apakah wajib mengisi?

Guru Non-ASN (Honorer) dianjurkan mengisi untuk pengembangan diri dan tercatat dalam database sekolah. Bagi Guru yang sudah terdaftar di Dapodik, ini menjadi rekam jejak profesional yang sangat berguna untuk seleksi ASN PPPK di masa depan.

Kesimpulan

Menjalankan prosedur administratif memang seringkali terasa melelahkan. Namun, Cara Mengisi Pengelolaan Kinerja Guru 2026 di e-Kinerja PMM sejatinya adalah peta jalan bagi profesionalitas seorang pendidik.

Sistem ini bukan diciptakan untuk membebani, melainkan untuk memastikan bahwa setiap keringat dan upaya yang Bapak/Ibu Guru keluarkan di kelas mendapatkan pengakuan yang layak.

Dengan perencanaan yang tepat, target yang realistis, dan fokus pada kualitas pembelajaran murid, pengisian kinerja ini hanya akan menjadi rutinitas ringan yang berdampak besar.

Mari jadikan tahun 2026 sebagai tahun dimana administrasi tidak lagi menjadi hantu, melainkan menjadi cermin refleksi untuk menjadi pendidik yang lebih baik. Selamat merencanakan kinerja, dan selamat mencerdaskan kehidupan bangsa!

Leave a Comment